Inilah cara meraih rezeki berkah melimpah – Anda ingin meraih rezeki yang berkah dan melimpah ? Tentu saja semua orang menginginkannya. Bukan hanya keberkahan saja yang dicari, tapi inginnya berlimpah juga. Bukan hanya keberlimpahan saja tapi membuat orang semakin jauh dari Allah, tapi ingin keberkahan dari hartanya pula.

Mau Rezeki Berlimpah ?
Banyak orang yang berkata, tidak apa rezeki sedikit, yang penting berkah. Betulkan itu yang diinginkannya ? Apakah itu juga yang diinginkan oleh anda ? Saya meragukannya. Karena Nabi Muhammad Saw pun mengajarkan kepada kita berdoa untuk keluasan rezeki :

Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu rezeki yang luas lagi baik dari rezeki-Mu.

Jika rezeki sedikit, akan sedikit pula peluang kita melakukan berbagai macam amal shalih. Terutama amal shalih yang bermanfaat untuk orang banyak. Bukankah haji dan umroh membutuhkan dana yang tidak sedikit ? Bukankah dakwah dan jihad juga membutuhkan harta yang banyak ? Tidakkah jika anda ingin menolong orang yang lemah dan membutuhkan juga perlu uang yang tidak sedikit?

Maka saya percaya, anda pasti menginginkan rezeki yang berlimpah. Keberlimpahan rezeki menjadikan anda bisa memenuhi apa yang menjadi hak keluarga anda berupa nafkah. Banyaknya harta menjadikan anda orang yang mulia karena tidak meminta belas kasihan pada orang lain dalam urusan harta.

Rezeki yang berlimpah juga bisa menjadi jalan bagi anda untuk menjadi orang-orang yang bermanfaat. Bukankah Nabi Saw pernah bersabda ” Khairunnaas anfa’uhum linnas” , “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat “.

Rezeki yang seret, membuat pikiran anda mumet, peluang kebaikan jadi mampet, membantu orang jadi nggak sempet. he..he…

Mau Rezeki Berkah ?
Lantas, apakah berlimpah saja cukup? Ternyata tidak. Rezeki yang berlimpah tapi tidak ada keberkahan di dalamnya, menjadikan pemiliknya semakin jauh dari Allah. Jika tidak berkah, mana mungkin menjadi wasilah untuk taat kepada Allah.

Banyak orang yang Allah berikan keberlimpahan harta tapi tidak ada keberkahan di dalamnya. Hartanya semakin berlipat, tapi semakin jauh dari taat. Itulah istidraj. Apa itu istidraj ? Istidraj adalah jebakan berupa keberlimpahan rezeki.

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah. (HR. Ahmad 4: 145).

Allah Ta’ala berfirman,

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al An’am: 44)

Syaikh As Sa’di menyatakan, Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar. (Tafsir As Sa’di, hal. 260).

Jadi penting untuk memiliki rezeki yang bukan hanya berkah tapi juga berlimpah.

Ilustrasi Rezeki Berkah Melimpah
Seperti apa Rezeki Berkah Melimpah itu ? Rezeki Berkah itu seperti air jernih, bening, bersih, bebas bakteri, jamur dan logam berbahaya. Air yang dibutuhkan oleh tubuh dan jika diminum membuat badan anda jadi segar bugar dan semangat dalam beraktivitas. Sedangkan rezeki tidak berkah itu seperti air keruh, kotor, banyak penyakit dan logam berbahaya. Jika anda mengkonsumsinya, tubuh anda akan terkena penyakit, anda pun terhalang dalam melakukan aktivitas lainnya.

Rezeki yang berkah didapatkan dengan jalan halal dalam mencarinya. Pekerjaan yang halal, bisnis yang halal. Bebas riba, judi, gharar, produk tidak halal, akad-akad bermasalah, tidak memakan harta orang lain secara bathil dan lain sebagainya. Juga bisnis dan pekerjaan yang dilakukan tidak menjauhkan anda dari Allah, melalaikan anda dari melakukan berbagai macam ketaatan kepada-Nya.

Rezeki berlimpah itu seperti air jernih dan bersih tadi yang ditampung dalam sebuah wadah yang besar. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar wadah tersebut bisa menampung air dalam jumlah yang banyak, berlimpah tanpa mengubah kapasitas wadah penampungnya ? Yes, betul sekali ! Anda mesti membuat keran-keran di bawahnya, sehingga wadah siap menampung air sebanyak apapun karena air tersebut dialirkan melalui keran. Itulah rezeki berlimpah.

Rezeki akan menjadi berlimpah jika rezeki yang anda dapatkan bukan hanya dinikmati oleh diri anda dan keluarga. Tapi rezeki anda dinikmati oleh orang lain melalui infak, shodaqohz, zakat dan lainnya. Itulah yang menjadikan rezeki anda berlimpah.

Kesimpulan

Rezeki berkah didapatkan dengan cara mencarinya dengan jalan yang halal, sedangkan rezeki berlimpah dengan menjadikan rezeki yang anda miliki memberikan kebermanfaatan sebesar-besarnya untuk orang lain.

Yuk kita cari rezeki yang halal, dan jadikan rezeki tersebut bermanfaat untuk sesama ! Semoga Allah menganugerahkan kepada anda rezeki berkah melimpah! Allahumma Aaaminnn.

Mau ngobrol sama saya ? Follow twitter : @bonnisc atau Like saya di Facebook